dewi coryati pahlwan nasional
Dewi Coryati – Meneladani Kepahlawanan dengan Kerja Nyata
November 11, 2018
pantai panjang bengkulu
Menikmati Sore di Pantai Panjang Bengkulu
November 15, 2018

Apa kata Dewi Coryati tentang Konferensi Ekonomi Kreatif

event WCCE ekonomi kreatif

Konferensi ekonomi kreatif – WCCE atau The World Conference on Creative Economy berlangsung dari Tanggal 6-8 November 2018 di Nusa Dua Bali yang diselenggarakan oleh Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) dan Kementrian Luar Negeri. Kegiatan yang diikuti memang berfokus kepada ekonomi kreatif diikuti oleh lebih dari 30 negara dengan 1500 peserta.

Trend ini sendiri sudah lumayan menarik perhatian dimana dari sektor ini menyumbangkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sampai 922 T (2016) dengan kontribusi sebanyak 7% dan masuk menjadi kategori peringkat ke-3 setelah Korea Selatan (9%), dan di peringkat 1 ada Amerika Serikat sebesar 11%.

Seperti yang dikatakan oleh Bapak Triawan Munaf bahwa ekonomi kreatif akan menjadi masa depan ekonomi global. Dan dievent WCCE yang merupakan event kelas dunia ini menghasilkan 4 deklarasi utama yang kemudian diturunkan menjadi 21 poin penting. 21 Poin utama yang dimaksud adalah:

  1. Mempromosikan komitmen politik internasional yang lebih kuat untuk mengatasi tantangan dan merebut peluang ekonomi kreatif.
  2. Mempromosikan keterlibatan organisasi internasional yang relevan termasuk tetapi tidak terbatas pada PBB, WIPO, WTO, IDB, ASEAN serta organisasi internasional dan regional lainnya untuk mengatasi tantangan ekonomi kreatif.
  3. Mendukung dan mengembangkan lingkungan yang mendukung dan memudahkan untuk mengakomodasi pertumbuhan pasar lokal dan internasional dan merek lokal di sektor kreatif.
  4. Berkomitmen untuk memperkuat peran pemerintah, sektor swasta, media, masyarakat sipil, business council, dan akademisi dalam ekonomi kreatif.
  5. Memperhatikan hasil Preparatoy Meeting pertama dan kedua World Conference on Creative Economy sebagaimana terlampir.
  6. Menyambut inisiatif Indonesia untuk menetapkan, pada saat yang tepat, pusat virtual dan/atau fisik yang mempromosikan pertukaran, kolaborasi, dan kerja sama internasional dalam bidang Ekonomi Kreatif di Indonesia yang akan membantu kemajuan tujuan ekonomi kreatif di tingkat global dan pencapaian Sustainable Development Goals.
  7. Melakukan berbagai kegiatan untuk memfasilitasi usaha dan proyek baru, seperti studi kelayakan, untuk mendorong kolaborasi start-up di tingkat nasional dan internasional.
  8. Mempromosikan partisipasi penuh dari sektor swasta dalam semua aspek perencanaan dan implementasi ekonomi kreatif, dengan kesadaran bahwa kemitraan publik-swasta adalah unsur penting dalam mencapai nilai sosial dan manfaat penuh dari ekonomi kreatif.
  9. Meningkatkan kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan termasuk sektor swasta, pencipta, lembaga pemerintahan dan pendidikan, tidak hanya untuk manfaat ekonomi tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan budaya dan membangun identitas nasional.
  10. Melanjutkan promosi diskusi dan pertukaran di antara berbagai pemangku kepentingan di berbagai forum dan level, seperti dalam forum Friends of the Creative Economy, mendukung pengembangan ekosistem.
  11. Membina perkembangan e-commerce dan kekayaan intelektual sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan, untuk mengurangi kesenjangan digital dan menghasilkan solusi digital untuk negara berkembang dan kurang berkembang.
  12. Mempromosikan peran perempuan dan pemuda dalam ekonomi kreatif dan partisipasi mereka dalam pengembangan, antara lain, UKM, start-up, dan industri hiburan, yang membantu meningkatkan kohesi sosial dan dampak sosial.
  13. Mendukung peraturan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan, aman dan terlindungi untuk ekonomi kreatif, terutama untuk menjamin inklusifitas ekonomi kreatif dan untuk mendukung UKM.
  14. Mendukung lingkungan yang memudahkan yang mempromosikan inovasi, komersialisasi dan perlindungan kekayaan intelektual serta program untuk meningkatkan kesadaran publik dalam konteks ekonomi kreatif.
  15. Mendorong regulasi di sektor kreatif untuk menyediakan data yang tanpa batas sekaligus menangani masalah privasi data. Regulasi tersebut juga harus mempertimbangkan kepentingan nasional tanpa mengabaikan kebutuhan untuk menstimulasi ekonomi kreatif.
  16. Mendukung dan mengembangkan kebijakan untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan kejuruan, akses terhadap informasi, teknologi, pembiayaan, dan lingkungan yang memudahkan jalannya usaha dalam sektor UKM bidang ekonomi kreatif untuk menciptakan nilai tambah dalam produk dan layanan.
  17. Mendukung Ekonomi Kreatif sebagai sarana penting untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dan Agenda 2030.
  18. Melakukan kegiatan untuk memperkuat akar budaya warga melalui keterlibatan dan kerja sama pemerintah dan organisasi internasional untuk menyediakan bantuan teknis dan pembangunan kapasitas.
  19. Mempromosikan kreativitas sebagai ‘mata uang baru’, sekaligus mengakui pentingnya peran budaya bagi kreativitas seniman dalam mengembangkan ekonomi lokal dan pedesaan dan memanfaatkan warisan dan keragamannya yang kaya.
  20. Memanfaatkan keberadaan ruang pasar global, termasuk munculnya pasar jejaring sosial, untuk
  21. mempromosikan pemasaran produk dan layanan kreatif.
    Didorong oleh hasil WCCE Pertama, setuju untuk merencanakan dan mendukung pelaksanaan WCCE berikutnya pada tahun 2020 di Uni Emirat Arab.

    event art bali

    berkunjung ke art bali

(Baca juga : Kiprah Pemuda era Millenial untuk Indonesia)

Sebuah langkah besar di sektor kreatif, dan event WCCE di Nusa Dua Bali ini, dimana Ibu Hj.Dewi Coryati M.Si mengunjungi aneka booth dan pameran. Salah satu yang menarik adalah ketika berkunjung ke Art Bali, ibu Dewi disuguhi mahakarya seniman anak negeri. Didampingi Mba Nilu, Ibu Dewi masuk ke ruang pameran, dimana pengunjung dapat merasakan sensasi menjadi seniman Indonesia. Dan sensasi berkunjung ke Art Bali ini, rasanya ingin dibawa ke Bengkulu menjadi Art Bengkulu. Ibu Dewi Coryati merasa optimis bahwa Bengkulu sudah mempunyai SDM untuk menghelat event seperti Art Bali. Ide mewujudkan Art Bengkulu menjadi perhatian tersendiri karena sesuai dengan beliau ke ekonomi kreatif untuk masyarakat Bengkulu, besar harapan beliau agar kesenian dan kebudayaan Bengkulu dapat Menjelma menjadi Art Bengkulu.

sumber deklarasi finance.detik

(Visited 52 times, 1 visits today)